Ciptakan Chemistry Pada Tokoh Pasanganmu
Apa persamaan antara Scarlett O’Hara dan Rhett Butler, Tom dan Jerry, serta Sherlock Holmes dan Dr. Watson? Oke. Mereka semua memang pasangan fiktif. Tapi mereka semua memiliki satu hal yang lebih dari sekedar karakter fiktif. Mereka semua memiliki chemistry dengan pasangannya. Ketika kamu ingat kata Scarlett, kamu akan ingat Rhett. Ketika kamu ingat Tom, kamu langsung ingat Jerry. Bagaimana dengan Sherlock Holmes dan Dr. Watson? Tentu saja mereka adalah salah satu pasangan detektif paling terkenal di dunia fiksi.
Menjelaskan chemistry, saya kira, sama susahnya dengan menceritakan mengapa kita menyukai atau membenci seseorang. Namun satu hal yang bisa saya katakan adalah ketika satu tokohmu tidak mungkin menarik tanpa adanya karakter yang lain, itulah chemistry. Apakah tokoh Jerry yang cerdas akan menarik kalau ia tidak bertemu dengan Tom yang bodoh dan kekeuh dalam mengejar Jerry? Apakah sifat Scarlett yang keras kepala akan menarik kalau Rhett tidak memiliki sifat sama kerasnya?
Kita bisa mengenali adanya chemistry pada kedua tokoh cerita bila pembaca (atau penonton) merasa senang melihat dua tokoh tersebut berinteraksi. Kita yakin cerita ini akan kehilangan nyawa bila karakter pasangannya dihapus atau diganti dengan karakter lain. Ibaratnya jodoh, kedua pasangan itu harus ada (dan harus seperti itu) atau cerita itu tidak akan hidup.
Tentu saja chemistry ini tidak harus muncul dalam bentuk hubungan romantis (walaupun itu yang paling mudah untuk dimunculkan). Kamu bisa memunculkan chemistry ini dalam hubungan pertemanan, orang tua-anak, kakak-adik, kakek-cucu, atau bahkan musuh. Ada banyak contoh di mana tokoh utama memiliki keterikatan dengan musuhnya. Bagaimana dengan Batman dan Catwoman atau Hannibal Lecter dan Clarice Starling?
Jika kamu sudah membuat karakter, coba tambahkan ini ke dalam dua tokoh utamamu. Jika belum, pikirkan dua karakter yang saling bertolak belakang mungkin secara fisik, finansial, usia, atau bahkan latar belakang. Apa yang terjadi kalau mereka bertemu? Konflik apa yang mungkin muncul? Bagaimana keduanya bisa saling tertarik? Apa yang membuat keduanya dekat? Apa yang membuat mereka membutuhkan yang lain? Cobalah menambah chemistry dan perhatikan, daya tarik ceritamu akan semakin kuat.
Menariknya, untuk menjadi yang tak terlupakan, karakter Anda tidak perlu menjadi tokoh utama. Bagaimana dengan Gollum dari Lord of the Ring? (Ya, saya tahu saya sering menggunakan Lord of the Ring sebagai contoh. Tapi memang banyak hal yang bisa dipelajari dari karya satu ini, bukan?) Gollum adalah karakter yang unik. Kelihatan lemah, sakit jiwa, tapi terobsesi pada cincin. Lagipula di mana lagi kita akan menemukan tokoh fantasi yang punya kepribadian ganda?
Anda tahu tokoh Pinokio yang disinetronkan? Ia adalah salah satu tokoh yang menyebalkan menurut saya. Ia memang berusaha untuk unik. Bahkan tanpa berusah untuk menjadi unikpun, ia memang sudah unik. Seberapa sering Anda bertemu tokoh yang berasal dari boneka kayu? Alih-alih menjadi unik dan tak terlupakan, ia justru menjadi salah satu tokoh favorit sup laler ijo. Kenapa? Karena gerak gerik mulutnya justru seperti orang kena stroke! Dan karena ia melakukan hal itu sepanjang sinetron, ia pantas masuk daftar tokoh laler ijo. 



