Ciptakan Chemistry Pada Tokoh Pasanganmu

posted: Thu 1st Mar, 2007, categories: Cara Memasak Sup, Karakter

Apa persamaan antara Scarlett O’Hara dan Rhett Butler, Tom dan Jerry, serta Sherlock Holmes dan Dr. Watson? Oke. Mereka semua memang pasangan fiktif. Tapi mereka semua memiliki satu hal yang lebih dari sekedar karakter fiktif. Mereka semua memiliki chemistry dengan pasangannya. Ketika kamu ingat kata Scarlett, kamu akan ingat Rhett. Ketika kamu ingat Tom, kamu langsung ingat Jerry. Bagaimana dengan Sherlock Holmes dan Dr. Watson? Tentu saja mereka adalah salah satu pasangan detektif paling terkenal di dunia fiksi.

Menjelaskan chemistry, saya kira, sama susahnya dengan menceritakan mengapa kita menyukai atau membenci seseorang. Namun satu hal yang bisa saya katakan adalah ketika satu tokohmu tidak mungkin menarik tanpa adanya karakter yang lain, itulah chemistry. Apakah tokoh Jerry yang cerdas akan menarik kalau ia tidak bertemu dengan Tom yang bodoh dan kekeuh dalam mengejar Jerry? Apakah sifat Scarlett yang keras kepala akan menarik kalau Rhett tidak memiliki sifat sama kerasnya?

Kita bisa mengenali adanya chemistry pada kedua tokoh cerita bila pembaca (atau penonton) merasa senang melihat dua tokoh tersebut berinteraksi. Kita yakin cerita ini akan kehilangan nyawa bila karakter pasangannya dihapus atau diganti dengan karakter lain. Ibaratnya jodoh, kedua pasangan itu harus ada (dan harus seperti itu) atau cerita itu tidak akan hidup.

Tentu saja chemistry ini tidak harus muncul dalam bentuk hubungan romantis (walaupun itu yang paling mudah untuk dimunculkan). Kamu bisa memunculkan chemistry ini dalam hubungan pertemanan, orang tua-anak, kakak-adik, kakek-cucu, atau bahkan musuh. Ada banyak contoh di mana tokoh utama memiliki keterikatan dengan musuhnya. Bagaimana dengan Batman dan Catwoman atau Hannibal Lecter dan Clarice Starling? 

Jika kamu sudah membuat karakter, coba tambahkan ini ke dalam dua tokoh utamamu. Jika belum, pikirkan dua karakter yang saling bertolak belakang mungkin secara fisik, finansial, usia, atau bahkan latar belakang. Apa yang terjadi kalau mereka bertemu? Konflik apa yang mungkin muncul? Bagaimana keduanya bisa saling tertarik? Apa yang membuat keduanya dekat? Apa yang membuat mereka membutuhkan yang lain? Cobalah menambah chemistry dan perhatikan, daya tarik ceritamu akan semakin kuat.

Buatlah Karakter Yang Tak Terlupakan

posted: Wed 3rd May, 2006, categories: Cara Memasak Sup, Karakter
Ada dua kunci sukses untuk menciptakan novel yang bagus, yaitu plot yang menarik dan karakter yang tak terlupakan.
 
Sepanjang sejarah fiksi dan film, ada banyak tokoh yang tak terlupakan. Kita takkan pernah lupa akan tokoh Scarlet O’Hara dalam Gone With The Wind yang begitu berapi-api, bersemangat, namun memiliki obsesi terhadap laki-laki lain yang bukan suaminya (Ashley Wilkes) hingga melakukan hal-hal yang bodoh.
 
Lalu, bagaimana kita bisa lupa akan kapten Jack Sparrow (Pirates of Carribean) yang aneh, suka bercanda, angkuh, tapi pada saat yang bersamaan juga bisa terlihat menarik dan lucu. Bagaimana kita bisa melupakan gayanya yang berdiri angkuh saat kapalnya yang tenggelam perlahan-lahan tiba di pelabuhan?
 
GollumMenariknya, untuk menjadi yang tak terlupakan, karakter Anda tidak perlu menjadi tokoh utama. Bagaimana dengan Gollum dari Lord of the Ring? (Ya, saya tahu saya sering menggunakan Lord of the Ring sebagai contoh. Tapi memang banyak hal yang bisa dipelajari dari karya satu ini, bukan?) Gollum adalah karakter yang unik. Kelihatan lemah, sakit jiwa, tapi terobsesi pada cincin. Lagipula di mana lagi kita akan menemukan tokoh fantasi yang punya kepribadian ganda?
 
Tapi membuat tokoh yang tak terlupakan juga memiliki sisi pedang lain. Ketika mereka tidak melakukan apapun untuk mengembangkan cerita, ketika mereka hanya diciptakan untuk memenuhi layar kaca, dan ketika Anda malah merasa keunikan mereka membuat Anda ingin mengganti saluran atau membuang buku, pada saat itulah karakter Anda menjadi menyebalkan.
 
ugly pinoccioAnda tahu tokoh Pinokio yang disinetronkan? Ia adalah salah satu tokoh yang menyebalkan menurut saya. Ia memang berusaha untuk unik. Bahkan tanpa berusah untuk menjadi unikpun, ia memang sudah unik. Seberapa sering Anda bertemu tokoh yang berasal dari boneka kayu? Alih-alih menjadi unik dan tak terlupakan, ia justru menjadi salah satu tokoh favorit sup laler ijo. Kenapa? Karena gerak gerik mulutnya justru seperti orang kena stroke! Dan karena ia melakukan hal itu sepanjang sinetron, ia pantas masuk daftar tokoh laler ijo.
 
Lalu bagaimana bila kata menyebalkan itu justru yang Anda inginkan? Kalau sudah begitu saya saya hanya bisa memberi nasihat. Berhati-hatilah. Bisa jadi karakter itu menjadi tiket Anda untuk memperoleh sup laler ijo.
 
NB: Seperti apa karakter unik dan tak terlupakan? Anda bisa belajar dari daftar 100 karakter film tak terlupakan sepanjang masa dari sini.

Jangan Sempurnakan Tokoh Utama Anda

posted: Tue 7th Mar, 2006, categories: Cara Memasak Sup, Karakter

Randarumi memiliki kepribadian kuat yang jarang dimiliki pemuda seusianya. Di samping cerdas, ia memiliki daya ingat kuat dan hapalan yang hebat serta kreatif, inovatif, dan memiliki leadership.

Kelebihan lain sudah terlihat sejak kecil. Pada usia 9 tahun hafal Al Qur’an secara keseluruhan. Usia 15 tahun menguasai beberapa hadits di luar kepala seperti kitab-kitab sahih 5 imam yang mansyur (mutafak alaih) yang berjumlah puluhan ribu. Hampir hapal semua puisi karya besar Homer, matsnawinya Jalaluddin Rumi, dan karya sastra Muhammad Iqbal. Berbagai prestasi juara di bidang olah raga, antara lain: menunggang kuda, menembak, arung jeram, dan memanjat tebing. Sementara bela diri yang dikuasinya adalah silat, yudo, karate dan kungfu.

Bagaimana pendapat Anda tentang paragraf di atas? Kalau saya adalah seorang bos dan mencari anak buah atau mertua yang sedang mencari menantu, dia pasti akan jadi kandidat yang sempurna. Dengan catatan kalau manusia seperti dia memang ada. Tapi saat saya menemukan karakter seperti itu di dalam novel yang saya beli, saya ingin lari ke toko buku dan meminta uang saya kembali.
 
Kenapa? Karena ia adalah tokoh utama dan tokoh utama tidak seharusnya sempurna.
 
Oke, mungkin Anda berargumentasi, apa salahnya tokoh utama yang sempurna? Tokoh fiksi itu kan rekaan, jadi seharusnya suka-suka penulis menciptakanya. Mari saya jelaskan mengapa.
 
Pertama, tidak ada orang yang sempurna di dunia ini. Bahkan superhero seperti Superman takut pada cryptonite dan Spiderman memiliki masalah dalam pergaulan dan pekerjaan. Adalah kelemahan yang membuat tokoh utama itu menarik dan membuat konflik cerita Anda tetap hidup. Bagaimana kalau musuh Superman memiliki crytonite? Bagaimana kalau Mary Jane lebih memilih laki-laki lain dibandingkan Spiderman?
 
Kedua, tokoh utama yang sempurna itu nggak asyik. Kalau kita tahu dia perkasa, tampan, bisa melakukan dan mengatasi apa saja, lalu buat apa kita menghabiskan berlembar-lembar halaman untuk membaca ceritanya? Toh kita akan tahu si tokoh ini akan baik-baik saja. Untuk apa membaca cerita yang segalanya baik-baik saja?
 
Sebaliknya, tokoh yang tidak sempurna itu yang asyik. Salah satu tokoh favorit saya adalah Frodo Baggins dalam Lord of the Ring. Mengapa? Karena ia biasa, kecil, tidak memiliki kemampuan apa-apa, tapi dipaksa untuk melawan Sauron yang begitu perkasa. Bayangkan kalau Frodo memiliki ibu peri pelindung atau memiliki kekuatan super yang bisa mengalahkan apapun. Konflik Frodo vs Sauron akan kurang menarik bukan?
 
Ya, Tolkien memang menciptakan sekutu yang kuat bagi Frodo, tapi ingat, mereka adalah pemeran pembantu, bukan tokoh utama. Kita dibuat tetap mengkhawatirkan nasib Frodo hingga detik-detik terakhir. Apakah ia berhasil menghancurkan cincin? Apakah ia akan menang melawan Sauron atau mati? Apakah ia bisa sembuh dari ‘penyakitnya’?
 
Tapi ini bukan berarti Anda harus membuat tokoh Anda seperti bawang putih dalam sinetron yang hanya bisa menangis dan berdoa bila dianiaya. Tokoh semacam itu bahkan lebih menyebalkan daripada tokoh utama yang sempurna. Kalau dia tidak bisa membela dirinya sendiri, kenapa penonton harus simpati padanya?
 

Jadi ambil jalah tengahnya. Lempar tokoh utama Anda ke dalam neraka, berikan ia semua masalah buruk yang bisa menimpa dirinya, tapi bantu dan bekali ia dengan kemampuan untuk menyelamatkan dirinya. Dengan demikian, pembaca Anda akan bersemangat membaca perjuangannya. Perjuangan, penderitaan, dan kelemahan tokoh utamalah yang menjadi bahan bakar cerita Anda. Tanpa itu semua, cerita Anda memiliki potensi untuk menjadi hambar.

Anda masih ingin bernafsu menciptakan tokoh yang sempurna? Kalau begitu, jadikanlah ia musuh utama. Jadikanlah ia seperti Hannibal Lecter atau Sauron. Jadikan ia memiliki kemampuan yang sulit ditandingi oleh tokoh utama. Ia boleh saja memiliki kelemahan jika Anda mau, tapi sembunyikan hal itu dari tokoh utama Anda (paling tidak dalam jangka waktu tertentu). Dengan demikian, pembaca akan merasa cemas dengan nasib tokoh utama Anda. Dan jika pembaca Anda mencemaskan tokoh utama Anda, mereka akan terus membaca cerita Anda.

Wawancarailah Karakter Anda

posted: Thu 1st Dec, 2005, categories: Cara Memasak Sup, Karakter
Membentuk karakter cerita, menurut saya, adalah salah satu bagian tersulit sekaligus terpenting dalam pembentukan cerita. Biasanya, begitu sudah mengenal tokoh saya akan lebih mudah untuk mengembangkan plot karena saya bisa menggunakan berbagai sifatnya (atau sifat lain) untuk menjebloskannya ataupun mengeluarkannya dari konflik.

Seorang guru mengatakan pada saya bahwa ia menggunakan tehnik wawancara pada tokoh rekaannya. Jadi bayangkan Anda berada di dalam satu ruangan dengannya dan berbicara padanya. Seperti apa dia? Bagaimana cara ia duduk? Bagaimana cara ia memainkan rambutnya? Apakah ia terus menerus melihat jamnya? Semakin lama Anda ‘berbicara’ padanya, Anda akan semakin mengenalnya.

Cara lain yang sering saya gunakan adalah dengan mengisi tabel seperti di bawah ini. Tabel ini tentu saja tidak sempurna. Anda dapat memodifikasinya sesuai dengan kebutuhan Anda.


Atribut Dasar
Nama Lengkap:
Panggilan :
Jenis Kelamin :
Gender :
Berat/Tinggi Badan :
Warna/Gaya Rambut :
Warna Mata :
Gaya Busana :
Dandanan :
Kemampuan Fisik :
Keterbatasan Fisik :

Latar Belakang
Status Sosial :
Tempat/ Tanggal Lahir :

Profil Orang Tua

Ayah
Hidup / Meninggal :
Status Sosial :
Etnis :
Agama :
Kebiasaan :
Hubungan dengan anak :

Ibu

Hidup / Meninggal :
Status Sosial :
Etnis :
Agama :
Kebiasaan :
Hubungan dengan anak :
Struktur Keluarga :

Saudara:
Hidup / Meninggal :
Status Sosial :
Etnis :
Agama :
Kebiasaan :
Hubungan dengan tokoh :

Kisah Singkat

Bagaimana hidup tokoh sebelum cerita dimulai?

Bagaimana masa kecil tokoh?

Apa masa tersulit dalam hidup tokoh?

Apakah hidup sesuai dengan harapan tokoh?

Apakah tokoh memiliki penyesalan?

Situasi khusus apa yang membuat tokoh seperti sekarang?

Kejiwaan
Sifat :
Tujuan Hidup :
Hidup, karir, atau tujuan hidup yang keluar dari alur cerita :
Karakteristik pembeda :
Introvert? Ekstrovert? :
Pakai otak atau Pakai perasaan? :
Fobia :
Harapan dan Keinginan :
Kontradiksi terbesar dalam hidup karakter :
Seberapa Egois? :
Makanan dan Minuman Favorit :
Pendidikan Penting :
Aktivitas paling dibenci :
Aktivitas paling disukai :
Rahasia paling dalam :
Sense of humour :
Yang dipuja karakter :

Filosofi dan Moralitas
Sikap terhadap
Diri Sendiri :
Orang Lain :
Persahabatan :
Seks :
Cinta :
Keluarga :
Pernikahan :
Negara :
Dunia :
Agama :
Character’s Quotations :

Gaya Hidup
Sahabat Terbaik :
Pekerjaan :
Sikap terhadap pekerjaan :
Pencapaian :
Terkenal/Tidak Terkenal :
Organisasi :
Musik Kesukaan/Band favorit :
Hobby :

Catatan:
Daftar ini bukan milik saya. Bila Anda merasa sebagai pemilik daftar ini, silahkan hubungi saya.

Stereotip dan Penciptaan Karakter

posted: Wed 30th Nov, 2005, categories: Cara Memasak Sup, Karakter
Karakter seperti apa yang Anda lihat setiap hari di televisi?
 
Biasanya, daftarnya tidak jauh dari daftar seperti di bawah ini.
 
  • Tokoh utama perempuan lemah, suka menangis, manis, suci seperti malaikat, tidak berdaya, tidak bisa berjuang, kadang dibuat miskin agar lebih menderita, tapi yang pasti: selalu tertindas tanpa bisa berbuat apa-apa.
  • Kalimat favorit dimulai dengan kata, “Ya Tuhan…”
  • Tokoh utama laki-laki Tampan (harus!), kaya (harus juga!), romantis, kadang-kadang jago silat, selalu tergoda dengan saingan tokoh utama perempuan, tidak mau mendengar perkataan tokoh utam perempuan.
  • Saingan tokoh utama Cantik (harus!), selalu punya rencana jahat, penggoda, berpakaian seksi, mata melotot. Kalimat favorit, “Rasakan pembalasanku nanti!”
  • Ibu Tiri kejam, memiliki mata melotot, sadis, suka memukuli anak tiri tapi bersikap manis di depan sang ayah.Tidak ada kalimat favorit karena mereka lebih suka melotot.
  • Ayah bodoh karena tidak bisa melihat penderitaan anaknya, tidak mau mendengarkan anaknya, suka membentak bahkan untuk kesalahan kecil.
  • Penjahat Karakter penjahat biasanya terbagi menjadi dua, mereka yang bodoh dan mereka yang suka melotot dan tertawa keras-keras. Mereka juga kejam, punya anak buah yang bodoh. Kalimat favorit mereka, “Ayo! Hajar dia! Ha..ha..ha..ha….”
  • Polisi datang terlambat. Ustadz
  • Ustadz tukang usir hantu, suci, tidak memiliki dosa.
Apa pendapat Anda tentang karakter-karakter tersebut? Josip Novakovich, pengarang Berguru kepada Sastrawan Dunia (Mizan, 2003) menyebutnya sebagai tokoh rata. Saya cukup menyebutnya sebagai tokoh yang membosankan.
 
Kenapa? Karena mereka tidak seperti manusia nyata. Rasanya begitu tokoh di atas muncul, kita sudah langsung dapat menebak sifatnya. Seorang tokoh yang baik memiliki sifat seperti manusia. Itu artinya ia memiliki sifat baik dan sifat buruk. Sifat-sifat tokoh itulah yang akan menggerakkan cerita.
 
Katakan, apa asyiknya melihat ibu tiri yang terus-terusan kejam dari episode 1 sampai 1000? Apa asyiknya melihat tokoh utama terus-terusan menderita dan hanya bisa berdoa? Apa asyiknya juga melihat semua penjahat selalu tertawa seusai berbicara?
 
Tokoh ibu tiri favorit saya, sampai sekarang adalah ibu tiri Cinderella di dalam kisah Ever After yang diperankan dengan bagus oleh Angelica Houston. Ya, ia kejam hingga menjual pelayan sebagai budak demi mendapatkan uang. Tapi ia perlu memukuli anak tirinya hanya untuk menunjukkan ia kejam. Ia bahkan anggun, berkelas meskipun memiliki sifat licik.
 
Ketika anak tirinya bertanya mengapa sang ibu tidak pernah mencintainya, ia hanya menjawab, “Bagaimana mungkin seseorang mencintai kerikil dalam sepatunya?
 
Jadi, buatlah tokoh Anda memiliki sifat yang kompleks. Pikirkan berbagai macam perpaduan. Bagaimana dengan penjahat yang berjuang menjadi ayah yang baik dan melindungi keluarganya? Bagaimana kalau tokoh utama kita cantik, anggun, sedikit latah, sedikit suka berbohong, sedikit suka berpura-pura dan menyembunyikan fakta kalau dia suka sekali mengupil kalau tidak ada orang? Bagaimana kalau kita menampilkan saingannya yang sangat menyenangkan hingga kita akan sulit membencinya? Bagaimana kalau tokoh utama laki-laki kita ini baik, memiliki sifat kekanak-kanakan namun membenci anak-anak, memiliki selera baju yang buruk serta cara tawa yang aneh? Bagaimana kalau mereka semua bertemu dalam satu cerita? Saya percaya karakter yang unik akan membentuk plot cerita yang unik pula. Dan cerita yang unik akan tinggal lebih lama di dalam hati pembaca.