Editor: Seperti Apa Sih Yang Dicari Penerbit?

posted: Tue 3rd Oct, 2006, categories: Penyuntingan

Pertanyaan ini diposting di milis penulis lepas.

Halo,
Saya Lia, selama ini jadi pengamat milist. Kagum dengan semangat teman-teman
di sini.

Seiring dengan akan dibentuknya FEI, kemaren saya baca ada teman-teman editor lepas.

Saya mau tanya, kualifikasi seperti apa yang dicari oleh media/penerbit?


Dear Lia,

Sebenarnya, blog ini khusus menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan kepenulisan. Tapi, kehidupan editor sebenarnya berhubungan erat dengan penulis dan bahkan banyak penulis yang juga menjadi editor (atau sebaliknya). Saya juga merasa dulu sebelum saya menjadi editor, saya ingin seseorang menceritakan pada saya, makhluk seperti apa editor itu dan bagaimana saya bisa menjadi mereka.

Karena itu, saya akan menjawabnya di sini. Semoga kamu tidak keberatan. Oh ya, karena pertanyaanmu banyak sekali (dan jawabannya akan panjang sekali), saya memecahnya menjadi beberapa bagian.

Lia, untuk mencari tahu kualifikasi apa yang dicari media, caranya mudah saja. Kumpulkan iklan yang mencari editor dan baca apa persyaratannya. Tapi saya mengerti tidak setiap minggu kamu menemukan penerbit atau media yang mencari editor. Jadi, saya akan coba jelaskan sedikit.

Pada dasarnya, seorang editor dituntut tidak hanya mengerti mengenai bahasa, tetapi memahami bidang ilmu buku yang dipegangnya. Kalau dia editor buku anak-anak, ia harus tahu dunia anak-anak, bagaimana bahasa yang dipakai anak-anak dan buku apa yang disukai anak-anak. Kecuali kalau kita bicara tentang editor bahasa atau editor foto, ya. Hal ini berlaku baik editor lepas maupun editor tetap.

Ini karena editor tidak hanya bertanggung jawab masalah ejaan, tata bahasa, dan sebagainya, tetapi ia juga harus mampu mengkritisi setiap naskah yang baik. Apakah naskah ini baik untuk diterbitkan? Bagaimana potensinya di pasar? Apakah naskah ini orisinil atau menjiplak dari karya lain?

Karena tanggung jawab ini, semua media punya kualifikasi sendiri-sendiri dalam mencari editor —tergantung pada jenis media itu sendiri. Sebuah majalah arsitektur misalnya, akan mencari editor dengan latar belakang arsitektur. Penerbit yang mengeluarkan buku kedokteran juga akan lebih memilih calon editor dari kedokteran. Ini karena menguasai ilmunya lebih susah daripada memahami bagaimana cara mengedit buku yang baik.

Tapi kalau kamu tetap berniat menjadi editor, setidaknya kuasailah EYD. Bacalah banyak buku dan asah kemampuanmu mengkritisi buku baik dari segi teknis dan bahasa. Setiap kali kamu membaca buku, pertanyakanlah. Apa yang dikatakan benar? Apa ada dasarnya si penulis mengklaim begitu? Apakah kalimat yang dipakainya baik dan sesuai dengan pembacanya?

Mungkin kedengarannya ini standar, tapi kuasai juga bahasa asing dan komputer. Nggak harus bahasa Inggris, lho karena ada beberapa editor yang mengerjakan buku terjemahan dari bahasa Arab, Jepang, bahkan Korea. Semakin tinggi kemampuan berbahasamu, semakin baik. Biar nggak dikibuli penerjemah, gitu.

Kalau calon editor termasuk pemula bagaimana mengukur kemampuan profesinya?

Kebanyakan dari editor Indonesia, untungnya, belajar dadakan. Dan proses ini yang masih saya jalani sampai sekarang. Saat bertemu dengan calon editor, saya memberinya naskah untuk melihat pemahamannya akan EYD, mengetes kemampuannya menerjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia serta melihat kemampuan mengarangnya. Bila dia bisa menulis dengan baik, diharapkan ia juga bisa mengedit dengan baik.
(bersambung)

1 Comment »

Right Click Here for TrackBack URI

  1. Comment by moel, June 30, 2009 @ 3:21 pm

    q bingung ni mo nulis pa coz pas lagi di depan buku tulis q sering nge blangk padahal critanya udah q konsep sebelumnya tapi ya itu tadi pas q mo nulis crita yg udah q konsep itu otak q sering nge blank
    itu kira kira knapa yach

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>