Tips untuk Penulis Supaya Disayang Editor *
- Perhatikan karakter penerbit yang dituju. Mengirim naskah ke penerbit yang tidak sesuai sama dengan menyumbang uang perangko kepada kantor pos.
- Ketik naskah pakai komputer, jangan pakai mesin ketik apalagi tulis tangan. Hare gene masih tulis tangan?
- Tulis naskah dengan rapi dan lengkap. Jangan berantakan, jangan ngirim separuh bab kecuali permintaan khusus dari saya editor.
- Naskah harus orisinil. Kalau nyontek, mengakulah. Biaya mengubah naskah lebih murah daripada membayar pengacara.
- Perhatikan EYD dalam penulisan naskah. Bahkan bahasa gaul juga tetap memperhatikan EYD.
- Jangan pakai bahasa SMS kecuali kamu bikin buku tentang SMS. Gue nggak boleh disingkat ‘gw’, apalagi cuma ‘g’. Cb bc nskah mdl gn, ngti gak?
- Perhatikan penggunaan gaya bahasa. Nulis naskah untuk anak umur lima tahun tidak sama dengan tulisan untuk anak kelas satu SD.
- Selipkan proposal penerbitan atau paling nggak gambaran kira-kira siapa yang akan membeli buku kamu. Penerbit mencari buku yang laris, bukan buku yang ‘tiada duanya di pasaran’.
- Jangan kirim lewat email karena akan memudahkan pencuri mengambil naskahmu. Lebih baik pakai CD saja.
- Jangan ngambek kalau dikritik editor. Editor mengedit naskah, bukan dirimu.
- Jangan putus asa kalau naskah dikembalikan editor. Editor membenci naskahmu, bukan kamu.
- Naskah yang baik biasanya tidak memerlukan banyak sentuhan editor. Jadi, kalau naskah kamu lama dikutak-katik editor, pertanyakanlah kualitas naskahmu. Tapi, lihat juga sisi baiknya. Naskah yang lama dikutak-katik editor itu lebih baik daripada naskah yang dilempar ke tempat sampah.
- Segera artinya segera. Kalau editor minta dikirimi perbaikan naskah itu segera, artinya ya kirim perbaikannya dalam waktu cepat. Bukan sebulan atau bahkan tiga bulan.
- Nggak perlu telpon tiap hari untuk nanyain naskahnya sudah dikerjain belum. Emang cuma naskah loe doang yang gue garap?
- Nggak perlu telpon tiap hari untuk nanyain naskahnya sudah dicetak belum. Emang cuma buku loe doang yang masuk percetakan?
- Kalau buku sudah selesai, lakukan promosi tanpa diminta editor. Emang kalau bukunya laku, yang dapat royalti besar itu siapa?
- Penulis yang baik adalah penulis yang menjadi sahabat terbaik editor. Jadi, baik-baiklah terhadap editormu. Jangan tersinggung karena tulisan di atas, oke?
*) kalau editornya adalah saya.




