Gaet Pembaca Sejak Paragraf Pertama
Suatu saat, saya didatangi oleh salah satu rekan kerja saya. Ia menyodorkan sebuah buku pada saya.
“Kasih pendapat perlu nggak kita ambil hak ciptanya.”
Ketika pertama kali melihatnya, saya sudah menarik nafas panjang. Buku itu adalah sebuah novel chicklit. Bukan saya anti chicklit, tapi sudah lama saya tidak menemukan chicklit yang bagus dan saya tidak yakin buku ini akan mematahkan pendapat saya itu.
Sepuluh menit kemudian, saya kembali kepadanya dan menyerahkan buku itu kepadanya. Ia kaget.
“Cepat amat!”
“Cukup satu bab pertama aja.”
“Satu bab untuk menentukan nasib seluruh buku?”
“Yup.”
Ia seperti ingin mengatakan sesuatu, tapi menahannya.
“Jadi gimana?”
“Nggak usah. Nggak bagus. Sampai akhir bab, saya masih nggak tahu cerita ini tentang apa dan mau di bawa ke mana.”
Mungkin kamu akan menganggap saya kejam. Bagaimana bisa saya menentukan nasib seorang penulis hanya dalam satu bab? Bagaimana kalau bagian yang bagus-bagus ada di tengah? Bagaimana kalau ternyata cerita itu memiliki ending yang sangat tidak biasa? Bagaimana kalau cerita itu memiliki karakter yang sangat menarik? Bukankah itu artinya mungkin saja saya melewatkan sebuah permata?
Kalau kamu menganggap saya kejam, mari saya beritahu. Saya lebih kejam saat membaca cerita pendek dan menonton film. Kalau sebuah cerita pendek gagal menarik saya dalam satu paragraf pertama atau lima belas menit untuk sebuah film, saya tidak akan menggunakan waktu saya yang tidak akan terulang untuk meneruskannya film atau cerita itu (kecuali kalau saya sedang dalam mood untuk membantai).
Dan saya tidak sendirian, lho. Stephen King melakukannya saat membeli novel dan saya yakin banyak editor yang melakukan hal yang serupa? Kenapa? Karena begitu banyak cerita yang masuk sementara waktu yang dimiliki editor terbatas. Belum lagi tenggat waktu yang terbatas. Kalau dipaksa membaca keseluruhan cerita, kapan selesainya? Jadi, gaetlah pembaca sejak paragraf pertama. Lalu bagaimana caranya? Cara yang paling mudah adalah menyontek gaya penulis yang menarik perhatian kamu. Baca saja paragraf pertama sebuah novel (atau satu halaman pertama). Kalau kamu tertarik untuk meneruskan halaman berikutnya, novel itu sudah termasuk karya yang saya maksud.
Tapi supaya kamu dapat gambaran yang lebih jelas, saya akan menjelaskan beberapa teknik yang saya tahu pada postingan berikutnya.




