Hindari Kebetulan

posted: Thu 1st Jun, 2006, categories: Uncategorized, Cara Memasak Sup, Alur
Seberapa banyak kita menemukan adegan kehidupan kita yang kita anggap sebagai kebetulan? Saat kita tidak punya uang, kebetulan orang tua kita memberikan uang. Saat kita tidak mendapat kendaraan umum pas pulang kerja larut malam, tiba-tiba saja BMW bos kita menawarkan tumpangan. Saat kita butuh alasan untuk kabur dari kantor, kebetulan bos juga tidak masuk kantor. Kalau dipikir-pikir, hidup ini penuh kebetulan, bukan?
 
Memang. Tapi sayangnya, aturan serupa tidak berlaku di dunia fiksi.
 
Kenapa? Sederhana saja. Karena kebetulan itu tidak asyik. Apa Anda mau menonton atau membaca hanya untuk menemukan musuh tokoh Anda akhirnya mati tertabrak truk yang kebetulan lewat? (Maaf, saya menggunakan ending Mission Impossible III sebagai contoh.)
 
Mungkin jawabannya iya bila Anda memiliki tokoh dan alur yang kuat pada awal dan pertengahan cerita. Meskipun demikian, tetap saja unsur kebetulan membuat cerita jadi kurang kuat. Kesannya malah Anda sebagai penulis nggak kreatif atau malah sudah putus asa menyelesaikan cerita. Bagaimana cara agar tokoh kita tahu sahabatnya selingkuh dengan kekasihanya? Buat saja agar tokoh kita kebetulan memergoki kekasihnya mencium sahabat tokoh kita.  Selesai deh masalahnya.
 
Tapi tunggu sebentar. Masalah memang selesai menurut Anda, tapi apakah cukup asyik bagi pembaca? Apakah cara penyelesaian masalah yang kebetulan seperti ini akan terus diingat pembaca? Sayangnya jawabannya tidak.
 
Kalau kita mau rajin berpikir, ada banyak cara untuk menyelesaikan masalah si tokoh. Bagaimana kalau kita buat tokoh kita menyadari bahwa lagu yang dibuat kekasihnya bukan ditujukan bagi dirinya, tetapi untuk sahabatnya? Bagaimana kalau kita buat tokoh kita menyadari bahwa sang kekasih dan sahabat sering menghilang pada saat yang bersamaan?
 
Biarkan tokoh Anda berpikir, mengaitkan banyak pertanda yang Anda jatuhkan sepanjang cerita, dan akhirnya berhasil mengambil satu kesimpulan bahwa kekasihnya selingkuh. Bukankah hal ini akan lebih diingat pembaca daripada sekedar membuat adegan ciuman untuk memecahkan masalah?

Comments »

Right Click Here for TrackBack URI

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>