Iman: Bule Punya Anak Hitam
Judul Sinetron : Iman (41): Bule Punya Anak Hitam
Tanggal Tayang : 6 Mei 2006 di SCTV
Pemain : Suti Karno, Aminah Cendrakasih, dan lain-lain yang gak penting.
Produksi : MD Entertainment
Tanggal Tayang : 6 Mei 2006 di SCTV
Pemain : Suti Karno, Aminah Cendrakasih, dan lain-lain yang gak penting.
Produksi : MD Entertainment
Ketika pertama kali melihat iklannya, terus terang, saya tertarik. Paling tidak konsepnya menarik bagi saya. Cowok bule, tinggi, putih (meski tidak cakep-cakep amat) mau menikah dengan perempuan Indonesia yang hitam, pendek, gendut (baca: Suti Karno). Ini adalah kisah Cinderella dalam takaran ekstrim.
Karena itulah, saya mau merelakan sedikit waktu saya untuk menikmatinya, sambil berharap ini adalah awal dari perbaikan kualitas sinetron. Pada awalnya, saya menyukai sinetron ini. Saya ikut tertawa ketika melihat kikuknya komunikasi seks antara suami istri ajaib ini hingga harus dibicarakan dengan gaya seperti ini.
“Istriku, istriku, mobilnya mau masuk ke dalam garasi.”
“Suamiku, mobilnya silahkan masuk. Garasi sudah dibuka.”
“Suamiku, mobilnya silahkan masuk. Garasi sudah dibuka.”
Hal yang lucu kembali terjadi saat ketahuan, sang suami ternyata belum disunat. Kebayang kan lucunya sang bule harus menghadapi pisau sunat?
Karena kelucuan dan kesegaran ide sinetron ini, saya tidak tega untuk memasukkan cerita ini ke dalam situs ini. Saya harus memberikan penghargaan kepada sinetron yang berusaha untuk memperbaiki diri, bukan? Bahkan saya memaafkan si bule (entah siapa namanya) yang berakting pas-pasan. Tidak apa-apa. Toh target utama situs ini adalah cerita, bukan akting.
Tapi, kebaikan hati saya malah disalahgunakan oleh MD Entertainment. Alih-alih berusaha memanjat keluar dari sup laler ijo, ia malah memilih menyelam tanpa napas dengan batu satu ton di kaki. Bahkan ia melakukannya tanpa disuruh atau terpaksa!
Kengawuran cerita mulai terasa ketika ada tetangga yang juga suka pada si bule melaporkan kalau Tuti (Suti Karno) selingkuh. Waduh, pikir saya, alamat sup laler ijo, nih. Dugaan saya jadi nyata ketika sang suami memergoki ada lelaki tidur di samping Tuti. Mau tahu bagaimana cara Tuti dijebak? Dengan cara memasukkan obat tidur ke dalam minuman Tuti! Di mana ya saya pernah melihat adegan seperti ini? Oh, iya. Di semua sinetron sup laler ijo.
Bau sup laler ijo semakin mengental ketika ketika sang suami dideportasi karena tidak punya izin kerja. Tebak apa yang dilakukan para tetangga. Yup! Mereka membakar rumah Tuti karena dianggap melakukan kumpul kebo dengan si bule. Pelajaran logika mana yang mengajarkan bahwa kalau suamimu kembali ke kampung halamannya itu artinya kamu kumpul kebo?
Saya semakin tidak bisa memaafkan cerita ini ketika Tuti ternyata hamil dan melahirkan anak yang hitam. Tunggu, dulu bukan di situ bagian anehnya. Anehnya adalah ketika besar, sang anak dihina orang karena hitam.
Saya tidak menyukai penggambaran seperti itu. Tapi rasanya sungguh aneh kalau orang dihina hanya karena hitam. Di Indonesia yang berada di garis khatulistiwa lagi! Memangnya tidak ada orang hitam di Indonesia, apa? Apa kata orang Papua atau Ambon kalau melihat adegan ini? Bahwa semua orang Jawa itu diskriminatif? Atau justru sinetron ini hendak membuktikan keminderan kita? Bahwa menikah dengan bule itu hebat dan sebaliknya kita yang berkulit gelap ini lebih rendah dari mereka?
Oke. Mari kita berhenti marah-marah. Apa boleh buat. Toh sup sudah berubah menjadi sup laler ijo. Lebih baik kita ambil apa yang bisa kita pelajari dari sinetron ini.
Pertama-tama, ide cerita yang menarik belum tentu jadi jaminan akan bagusnya keseluruhan cerita. Bahkan meskipun Anda membuka cerita dengan cukup menarik. Anda harus menjaga ide itu dari awal hingga akhir. Anda harus memastikan sup Anda tetap hangat dan enak dinikmati hingga tetes terakhir.
Kedua, sekali Anda terbiasa menciptakan sup laler ijo, Anda akan sulit keluar dari sana. Punjabi adalah bukti hidupnya.





orang indo emang gila….
serba ngawur….
apakah gak bole kalo anak hasil kawin silang ama bule berkulit gelap?
itu kan biasa….
gak semua kawin ma bule anak otomatis jadi lebi terang warna kulitnya…..
yah… emang orang indo, terutama yg bikin tuh sup laler ijo, pada ngawur semua, tak ada logika…. *kok jadi kaya lagu seseorang…..*
intinya…. jangan diliatin dehhh….. mending otak kita2 ini jangan dicemari ma sup laler ijo….
n ganbatte to you, si penulis pemilik blog
^^