Pelajaran Memotong Rumput (2): Jangan Mengulangi Apa yang Sudah Dikatakan
Sebagaimana sudah disebutkan sebelumnya, ada banyak jenis rumput liar di ‘taman’ tulisan Anda yang mampu membuatnya berubah menjadi hutan. Beberapa jenis, karena halus, tidak terlihat. Tapi ada juga yang terlihat jelas selama kita jeli. Nama rumput yang kali ini kita bicarakan adalah mengatakan-apa-yang-sudah-dikatakan. Rumput ini menyelip di mana-mana dan mengotori taman kita, hanya saja kita cenderung memaafkannya. Mungkin karena rumput ini tidak terlihat berbahaya atau tidak mengganggu taman secara keseluruhan. Atau terkadang, rumput itu membuat taman tulisan kita menjadi lebih kaya, lebih berwarna. Padahal, bila dibiarkan hidup, rumput-rumput ini bisa merusak gaya bahasa atau setidaknya mengganggu reputasi Anda sebagai penulis. Coba tengok kembali tulisan Anda. Apakah Anda menemukan beberapa rumput liar seperti di bawah ini?
Ia menulis otobiografinya sendiri.Yang namanya otobiografi pasti ditulis sendiri. Jadi seharusnya:
Ia menulis biografinya sendiri.
Mereka saling menyayangi atau mereka menyayangi satu sama lain. Pilih salah satu.Mereka saling menyayangi satu sama lain.
Ia sangat mencintai istrinya sekali.Ubah menjadi: Ia sangat mencintai istrinya. Atau yang sangat terkenal:
Dengan mata kepalaku sendiri, aku melihatnya terjun dari jembatan.Memang bisa melihat dengan mata kepala orang lain? Bagaimana dengan ini?
Menurut pendapat pribadi saya, ia seharusnya dihukum mati.Kecuali Anda adalah pejabat atau wakil negara yang harus memisahkan pendapat kelompok dengan pendapat pribadi, penggunaan kalimat, “Menurut pendapat saya…” sudah cukup. Kata-kata berikut ini juga sering dipakai. Sekilas tidak ada yang salah, tapi kalau dipikir baik-baik sebenarnya kita menggunakan kata-kata secara berlebihan.
Mundur ke belakang Maju ke depan Naik ke atas Turun ke bawahMemang ada mundur ke depan, maju ke belakang, naik ke bawah atau turun ke atas? Pembaca Anda tidak bodoh. Kita semua tahu kalau namanya naik pasti ke atas.
Sangat unik Sangat umumSuatu hal disebut unik kalau ia menjadi satu-satunya. Begitu juga dengan kata ‘umum’. Tidak perlu ditambahkan kata ‘sangat’. Setelah membaca ini, Anda mungkin berpikir, “Ih, nggak penting banget sih kaya gini!” Kalau sebagai penulis Anda berpikir demikian, cobalah untuk melihatnya dari sudut pembaca dan editor Anda. Satu dua kata yang berlebihan mungkin masih dapat dimaafkan pembaca (dan juga editor) bila tulisan Anda benar-benar bagus. Tapi bagaimana bila Anda tidak terbiasa menggunakan kata secara efektif hingga akhirnya Anda memenuhi puluhan atau bahkan ratusan kata-kata dengan kata-kata yang tidak perlu? Bagi pembaca, waktu adalah uang sedangkan bagi editor, setiap penambahan halaman adalah penambahan biaya produksi buku. Hematlah kata-kata seperti Anda menghemat listrik atau air dan dunia akan berterima kasih pada Anda.




